Remahan.com

WHO Khawatir Indonesia Dapat Bebas dari Virus Corona, Ini Alasannya

REMAHAN.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Indonesia harus lebih mempersiapkan kemungkinan masuknya wabah virus corona. Meski negara dengan 270 juta penduduk ini belum melaporkan satupun kasus infeksi, namun pengawasan, serta deteksi virus, dan fasilitas kesehatan untuk penanganan harus dipersiapkan secara matang.

Dilansir Republika.co.id dari Sydney Morning Herald, Rabu (5/2), seorang warga Australia yang tinggal di Bali telah didiagnosis menderita pneumonia. Namun, ia mengkritik prosedur yang dilakukan otoritas kesehatan setempat dalam pemeriksaan serta penanganan penyakit yang dideritanya.

Perwakilan WHO di Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan, yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, mengatakan Indonesia telah mengambil langkah konkret untuk mencegah wabah virus corona. Termasuk diantaranya adalah penyaringan di perbatasan internasional dan menyiapkan rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani kasus-kasus potensial.

“Indonesia sedang melakukan apapun yang diperlukan untuk mencegah virus coona baru,” ujar Paranietharan.

Namun, ia menggarisbawahi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan Indonesia di bidang pengawasan dan deteksi kasus aktif. Persiapan fasilitas kesehatan yang ditunjuk sepenuhnya dengan pencegahan infeksi yang memadai dan langkah-langkah pengendalian untuk dapat mengatasi beban pasien yang berat dari dugaan atau konfirmasi kasus, jika terjadi wabah.

Baca: LAM Riau Anugerahkan Gelar Adat Istimewa pada Arifin Achmad

"Ketersediaan alat tes khusus untuk mengkonfirmasi nCoV (novel coronavirus) pekan ini adalah peningkatan yang signifikan dalam arah yang benar,” ujar Paranietharan.

Pekan lalu, Indonesia dilaporkan belum menerima alat tes khusus yang diperlukan untuk dengan cepat mendeteksi jenis baru virus corona. Sebaliknya, otoritas medis mengandalkan tes pan-coronavirus yang secara positif dapat mengidentifikasi semua virus dalam keluarga corona (termasuk flu biasa, SARS dan MERS) pada seseorang.

Pengurutan gen kemudian diperlukan untuk secara positif mengkonfirmasi kasus virus corona baru, yang juga dikenal sebagai coronavirus Wuhan, dan seluruh proses dapat memakan waktu hingga lima hari.

“WHO prihatin Indonesia belum melaporkan satu pun kasus yang dikonfirmasi di negara berpenduduk hampir 270 juta orang ini. Tetapi kami diyakinkan oleh otoritas terkait bahwa pengujian laboratorium telah bekerja dengan baik," kata Paranietharan.

Lebih dari 2 juta turis dari China mengunjungi Indonesia pada 2019. Negara-negara tetangga termasuk Australia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja dan Filipina semuanya telah mengkonfirmasi kasus-kasus baru terkait virus corona.

Baca: Pelalawan Raih WTP dari BPK RI untuk Kedelapan Kalinya

Juru bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan pada Rabu (5/2) bahwa 42 spesimen telah dikirim ke laboratorium departemen untuk pengujian dan 40 spesimen negatif, sementara dua masih diperiksa.

Sementara itu, Matthew Hale dari Australia mengatakan kepada bahwa ia telah datang pada 26 Januari lalu ke rumah sakit Sanglah di Denpasar. Ia jatuh sakit setelah melakukan perjalanan ke Singapura.

Menurut Hale, rumah sakit pertama yang dikunjunginya mengatakan mereka tidak dapat membantu dan merekomendasikannya untuk pergi ke Sanglah. Setelah tiba di sana, dokter bertanya apakah ia sempat melakukan perjalanan atau berada di China.

“Saya mengatakan tidak, jadi mereka bilang tidak bisa mengujinya. Tidak ditawarkan juga untuk melakukan tes darah atau mengukur suhu saya atau apa pun,” kata Hale.

Setelah pengalamannya di Sanglah, Hale mengunjungi rumah sakit ketiga lainnya di Bali, yaitu Prima Medika. Di sana pemeriksaan sampel darah, tekanan darahnya, suhu, hingga rontgen dilakukan.

Baca: MPU Aceh Izinkan Warga Tarawih di Masjid

"Dalam dua jam ditemukan pneumonia di dada saya dan dokter memberi saya antibiotik," jelas Hale.

Hale mengkritik bantuan yang tersedia bagi pengunjung asing ke Bali. Australia dan China adalah dua sumber turis teratas di Bali, dengan sekitar satu juta warga dari masing-masing negara mengunjungi pulau itu pada 2019.

Ketut Suarjaya, kepala departemen kesehatan Bali, mengatakan para pejabat kesehatan di provinsi itu memperhitungkan riwayat perjalanan seseorang dan kemungkinan kontak mereka dengan kasus virus corona yang dikonfirmasi. Tujuh sampel darah dari kasus-kasus potensia jugal telah dikirim ke Jakarta untuk pengujian sejauh ini.

"Jadi, bahkan tanpa sejarah perjalanan ke China, jika selama wawancara diketahui ada riwayat kontak, orang tersebut akan ditempatkan di bawah pengawasan. Informasi tentang virus corona tersedia di situs web departemen kesehatan Bali dan juga di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten,” jelas Ketut. Rm

139 0

Artikel Terkait

Langgar Perintah Presiden soal Lockdown, Wali Kota Sorong Siap Dipenjara
Langgar Perintah Presiden soal Lockdown, Wali Kota Sorong Siap Dipenjara

Nusantara

Langgar Perintah Presiden soal Lockdown, Wali Kota Sorong Siap Dipenjara

YLKI Nilai Kebijakan Listrik Gratis Salah Sasaran
YLKI Nilai Kebijakan Listrik Gratis Salah Sasaran

Nusantara

YLKI Nilai Kebijakan Listrik Gratis Salah Sasaran

Proyek Infrastruktur Pemerintah Tetap Jalan
Proyek Infrastruktur Pemerintah Tetap Jalan

Nusantara

Proyek Infrastruktur Pemerintah Tetap Jalan

Artikel Lainnya

30 Ribu Napi Dibebaskan, Negara Hemat Rp260 Miliar
30 Ribu Napi Dibebaskan, Negara Hemat Rp260 Miliar

Nusantara

30 Ribu Napi Dibebaskan, Negara Hemat Rp260 Miliar

Takut Terpapar Corona, 40 Tenaga Medis di RSUD Ini Mengundurkan Diri
Takut Terpapar Corona, 40 Tenaga Medis di RSUD Ini Mengundurkan Diri

Nusantara

Takut Terpapar Corona, 40 Tenaga Medis di RSUD Ini Mengundurkan Diri

BUMN Buka Lowongan Kerja untuk Sarjana Semua Jurusan, Berikut Syaratnya
BUMN Buka Lowongan Kerja untuk Sarjana Semua Jurusan, Berikut Syaratnya

Nusantara

BUMN Buka Lowongan Kerja untuk Sarjana Semua Jurusan, Berikut Syaratnya

Komentar